Birahimu

Tangis pilu memecah malam
Air mata membanjiri pangkuan
Tak sanggup bibir terbuka untuk berucap
Akan luka yang membawanya ke lembah kelam
Darah seakan belum mengering
Perih seakan belum habis
Setelah terlampiaskan birahi
Dari lelaki yang dipanggilnya ‘kakak’
Kelam hidup terpampang
Gadis kecil dengan boneka di tangan
Hanya bisa termenung di sudut kamar
Menghabiskan hari dengan luka yang dalam
Kenapa ‘kakak’ renggut kelaminku?
Kenapa ‘kakak’ lukai hatiku?
Salahkah aku berteman denganmu
Sampai terlampiaskan birahimu?
Kelam hari berlalu
Di sudut kamar dengan boneka di tangan
Dihabiskan hari dengan angan indah
Yang semakin memudar karena birahimu
Ubud, 5 Desember 2018
#terlintas dari cerita seorang gadis kecil yang diperkosa kakaknya setelah melihat video porno. Kekerasan dari orang terdekat.
#gerakbersama
#bahasdansahkanRUUPKS

JEROWAHYU

Jero Wahyu adalah perempuan Jawa. Ia hidup dalam keluarga yang sangat kental adat jawanya. Ia terpaksa harus mengalami kekerasan rumah tangga pada pernikahannya. Setelah berjuang lebih dari sepuluh tahun ia mampu mengakhiri statusnya sebagai istri pada pernikahan tersebut. Kemudian ia melanjutkan hidup, menikah lagi, dan saat ini menjadi perempuan Bali di pernikahan keduanya. Saat ini Jero Wahyu, yang ibu rumah tangga mengembangkan hobinya membuat kerajinan tangan, sehingga mampu mencari nafkah untuk keluarganya. Ia menulis berbagai catatan pendek tentang pengalaman hidupnya pada saat luang waktu. Pengalamannya sebagai penyintas kekerasan rumah tangga inilah yang mendasarinya untuk berbagi cerita bagi semua perempuan Indonesia.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *