Mei Bulan Kesehatan Mental: #UntukJiwaUntukBadan

Penulis: Kristen Fuller, M.D., dokter dan penulis kesehatan mental klinis untuk Center For Discovery

Penerjemah: Febbry Bhirink

Pentingnya sadar akan kesehatan mental dan menghilangkan stigma

Satu dari lima orang dewasa di Amerika Serikat, sekitar 43,8 juta, atau 18,5%, mengalami penyakit mental pada tahun tertentu dan sekitar satu dari lima remaja berusia 13-18 (21,4%) mengalami gangguan kesehatan mental yang parah pada beberapa titik selama hidup mereka. Untuk anak usia 8-15 tahun, perkiraannya adalah 13%.

Penyakit mental itu tidak pilih-pilih; ia memengaruhi pria dan wanita dari segala usia, ras dan kelas sosial.

Sejak 1949, bulan Mei diperingati sebagai Bulan Kesehatan Mental di Amerika Serikat dan beberapa organisasi nasional seperti NAMI, Mental Health America, dan afiliasi lain yang menyoroti Bulan Kesehatan Mental untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental dan menghentikan stigma yang terkait dengan gangguan kesehatan mental.

Tema untuk Bulan Kesehatan Mental tahun ini adalah Kebugaran #UntukJiwaUntukBadan, yang berarti bahwa kesehatan adalah hal yang mencakup semua dan kita harus merawat pikiran kita sama seperti kita merawat tubuh kita. Kesehatan mental penting bagi kesehatan fisik kita dan sebaliknya.

Pola makan yang seimbang, jadwal tidur yang sehat, olahraga, kesehatan usus, dan kecukupan air di dalam tubuh, semuanya memengaruhi kesehatan mental dan fisik kita.

Studi telah menunjukkan bahwa orang yang memiliki penyakit medis kronis seperti diabetes, tekanan darah tinggi atau gangguan autoimun punya kemungkinan lebih tinggi didiagnosis dengan gangguan kesehatan mental seperti depresi atau kecemasan.

Tubuh dan pikiran kita bertindak sebagai satu kesatuan dan oleh karena itu penting untuk merawat keadaan emosi dan mental kita sebaik kita merawat kesehatan fisik kita.

Mengubah kesehatan dengan mengubah kebiasaan

Kampanye tahun ini #UntukJiwaUntukBadan mendorong individu di seluruh negeri untuk memperhatikan aspek-aspek kesehatan dalam hidup sehari-hari berikut ini untuk meningkatkan kesehatan mental:

  • Upayakan tidur tanpa gangguan selama 8 jam setiap malam.
  • Hindari gula, makanan berminyak, garam, makanan olahan, dan lemak jenuh.
  • Konsumsilah lebih banyak biji-bijian utuh, sayuran hijau, makanan yang tidak diproses, daging tanpa lemak dan lemak tak jenuh.
  • Makanlah 2-3 makanan seimbang setiap hari.
  • Minumlah setidaknya 3 liter air per hari.
  • Konsumsi probiotik alami (bakteri baik di dalam usus yang akan menghasilkan antibiotik, yang membantu kebutuhan usus dalam proses metabolisme, dan meningkatkan daya tahan tubuh_penerjemah) seperti yogurt, miso, acar kubis, kefir, dan kimchi.
  • Terlibat dalam aktivitas fisik selama setidaknya 30 menit sehari.
  • Jauhi pikiran beracun, orang beracun, dan percakapan beracun.
  • Terlibat dalam pikiran dan percakapan positif.
  • Latihan mindfulness atau meditasi setiap hari.
  • Mempelajari cara mengelola stres.
  • Hadir dan fokus dalam hubungan sehari-hari.
  • Hindari “waktu bersama layar” dan terlibat lebih banyak dalam “waktu bersama orang”.
  • Kunjungi dokter untuk penanganan pencegahan dan pemeriksaan
  • Luangkan waktu untuk diri sendiri setiap hari.

Perubahan kecil memiliki dampak besar

Pada bulan Mei ini, Mental Health America dan NAMI menantang Anda untuk membuat perubahan positif kecil dalam hidup Anda yang dapat memberi manfaat bagi pikiran dan tubuh Anda. Dokumentasikan perubahan ini dan jangan ragu untuk berbagi di media sosial. Anda mungkin terkejut dengan seberapa besar dampak positif satu perubahan kecil pada kehidupan Anda.

Sumber asli artikel: https://www.psychologytoday.com/us/blog/happiness-is-state-mind/201805/may-is-mental-health-month-4mind4body, dipublikasikan pada 6 Mei 2018. Diterjemahkan dan dipublikasikan ulang oleh Perempuan Berbagi karena tema yang diangkat pada Mei tahun ini masih sama, yaitu #UntukJiwaUntukBadan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *