Penjahat Kelamin

Senyum itu tersembul manis

Dengan mahkota semerbak wangi

Kau tunggu arjuna dengan penuh cinta

Kau suguhkan manisnya madu

Dan seikat mawar di sudut

Sebagai bentuk cinta

 

Duhai dinda sayang

Semua hanyalah fatamorgana

Karena penjahat kelamin yang kau tunggu sedang bermain cinta

Ya.. penjahat kelaminmu bermain cinta untuk nafsu belaka

 

Duhai dinda sayang,

Penjahat kelamin yang kau tunggu sedang asyik bercanda

Bermain dan bercanda dengan nafsu kelaminnya

Tanpa mengingat madu yang kau tawarkan

Ya…dia hanyalah penjahat kelamin

 

Duhai dinda sayang,

Bangun wahai dinda

Penjahat kelamin itu bukan bagianmu

Penjahat kelamin itu bukan untukmu

Hidupmu adalah kemerdekaanmu

Bukan kemerdekaan penjahat kelamin itu

 

Bangun wahai dinda sayang

Hidupmu adalah keindahanmu

Hidupmu adalah kenikmatanmu

Bukan penjahat kelamin itu

Wahai dinda sayang

 

Ubud 281118

Untuk Perempuan Berbagi.

#gerakbersama

#segerasahkanRUUPenghapusanKekerasanSeksual

 

JEROWAHYU

Jero Wahyu adalah perempuan Jawa. Ia hidup dalam keluarga yang sangat kental adat jawanya. Ia terpaksa harus mengalami kekerasan rumah tangga pada pernikahannya. Setelah berjuang lebih dari sepuluh tahun ia mampu mengakhiri statusnya sebagai istri pada pernikahan tersebut. Kemudian ia melanjutkan hidup, menikah lagi, dan saat ini menjadi perempuan Bali di pernikahan keduanya. Saat ini Jero Wahyu, yang ibu rumah tangga mengembangkan hobinya membuat kerajinan tangan, sehingga mampu mencari nafkah untuk keluarganya. Ia menulis berbagai catatan pendek tentang pengalaman hidupnya pada saat luang waktu. Pengalamannya sebagai penyintas kekerasan rumah tangga inilah yang mendasarinya untuk berbagi cerita bagi semua perempuan Indonesia.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *