PRT ADALAH BURUH, HAK PRT SETARA HAK BURUH

Penulis: Febbry Bhirink & Siti Nurjanah

Penyunting: Pudji Tursana

Operata Reni Jaya, salah satu organisasi Pekerja Rumah Tangga (PRT) di Pamulang, Tangerang Selatan turut memperingati hari buruh internasional 1 Mei 2019. Mereka membuat poster-poster berisi tuntutan PRT, kemudian mereka unggah ke media sosial milik masing-masing. Selain poster, video juga dimanfaatkan sebagai media kampanye.

PRT anggota Operata Reni Jaya menyuarakan tuntutannya

Siti Nurjanah, relawan yang bertugas sebagai community organizer Operata Reni Jaya, berpendapat bahwa kampanye poster dan video melalui media sosial itu penting karena bisa diakses oleh banyak orang.

“Kita sosialisasi terkait hak-hak PRT ke banyak orang. Kampanye via media sosial ini sebagai upaya penyadaran pribadi-pribadi dan kolektif. Karena, kita meyakini kalau disuarakan oleh lebih banyak orang maka akan terdengar.” jelas Janah.

Ada 20 elemen indikator kerja layak bagi PRT (file PDF dapat dibaca di link ini). Mereka berupaya menyuarakan 20 elemen ini agar lebih banyak yang mendengar dan mengetahui.

“Ada 20 elemen yang menjadi tuntutan buruh. Salah satu misalnya mendapat cuti lebaran, cuti menstruasi, cuti melahirkan.” katanya.

Selain yang disebutkan Janah, ada beberapa substansi yang berusaha mereka luruskan di masyarakat lewat 20 elemen ini. Salah satunyanya yaitu bahwa PRT adalah pekerja, bukan pembantu. Hal ini senada dengan yang dikatakan Janah.

“Sebenarnya, tiap may day kami selalu ikut aksi turun ke jalan. Karena kita kan mau PRT itu juga dianggap buruh. Buat aku, ini adalah gerakan, movement. Kita sedang mau mengubah mindset, di mana sebelumnya, kita berpikir bahwa kerja-kerja domestik itu kerja yang tidak bernilai. Nah sekarang kita mau advokasi kerja itu menjadi bernilai, begitu.” jelasnya.

Hanya saja, khusus may day tahun ini, Operata Reni Jaya yang tergabung dalam Rumpun Gema Perempuan, memilih aksi kampanye melalui media sosial saja. Mereka memilih lebih gencar mengadvokasi RUU PRT agar segera dibahas dan disahkan oleh DPR.

Selain mendesak RUU PRT, Operata Reni Jaya, Operata Viva Mas dan Operata Pondok Cabe, juga sedang gencar mewajibkan para anggotanya untuk merekrut PRT lain bergabung menjadi anggota atau relawan.

“Karena kita meyakini jumlah anggota berdampak pada kekuatan nilai daya tawar kita,” kata Janah.

Ia berpendapat, mendorong perekrutan anggota supaya lebih banyak adalah salah satu cara membangun kesadaran individu dan kolektif.

“Pelibatan banyak orang itu sangat penting,” tegasnya.

Operata Reni Jaya, Operata Viva Mas dan Operata Pondok Cabe adalah organisasi para relawan yang tergabung dalam Gema Rumpun Perempuan. Selain itu, Gema Rumpun Perempuan sendiri merupakan jaringan dari Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT).

“Pekerjaan ini sangat nggak gampang. Kita pengen PRT juga disetarakan dengan buruh, tapi mengubah itu bukan sesuatu yang gampang. Tapi itu harus terus dilakukan supaya ada perubahan dan perbaikan buat PRT. Karena kan hidup layak itu menjadi hak semua warga negara, termasuk juga PRT.” tutup Janah.

Menurutnya, substansi-substansi ini yang perlu disebarkan seluasnya melalui media sosial, oleh setiap orang yang mau turut berpartisipasi memperbaiki nasib PRT, khususnya di momentum hari buruh internasional.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *