RELAWAN

SISKA SRIYANTI

Koordinator Perempuan Berbagi

Kelahiran Sumedang 19 Oktober 1991 yang menetap di Tangerang Selatan sejak kecil. Siska, perempuan penyuka coklat dan green tea yang sangat bahagia jika menari dan memasak. Saat ini, selain sebagai Koordinator Kelembagaan Perempuan Berbagi, Siska juga fokus sebagai konselor–dan sangat mencintai perannya ini. Tekadnya, selalu belajar arti kehidupan di manapun kakinya berpijak.

SITI NURJANAH

Koordinator Bidang Politik

Janah, feminis dengan naluri keibuan yang tinggi, lulusan Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Janah pernah aktif di organisasi Koalisi Perempuan Indonesia dan Himpunan untuk Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (2000-2003). Ia juga pernah bekerja di Police Watch Tangerang (2003-2004) dan Komnas Perempuan (2004-2013). Kini, sembari fokus di Perempuan Berbagi, Ibu dari 2 orang putra ini juga bekerja sebagai Financial Consultant di Perusahaan Asuransi Manulife.

DIAN MAKRUF

Koordinator Bidang Budaya

Kerap disebut sebagai Anak Indonesia Raya; berdarah campuran Manado-Palembang yang lahir di Yogyakarta, masa kecil di Ambon, tumbuh remaja di Lombok, menapaki dunia kemahasiswaan di Bandung, mengawali dunia kewartaan di Palembang, dan kini tengah merawat akal-budi-intelektual sembari menetapjejaki Tangerang Selatan-Jakarta. Ketertarikannya terhadap lintas isu/kajian agama-agama, deep ecology, dan seksualitas, telah menarik dirinya terlibat ke dalam beberapa penelitian di beberapa wilayah di Bumi Pertiwi. Dengan melibatkan penerbit indie bentukannya, Dian bersama tim Perempuan Berbagi berupaya merajut-menjaring kekuatan dan sumber daya untuk mewujudkan kemandirian ekonomi bersamaan dengan nilai-cita kedaulatan perempuan dan kemanusiaan.

KAIFIN PRASTYO

Bidang Budaya

Kaifin, seorang muda kelahiran Kebumen 4 Mei 1993, yang memiliki passion berpikir tentang keseimbangan hidup sebagai manusia yang arif dalam menjalani kehidupan. Kini tengah menjalani era kemahasiswaan di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, jurusan Teknik Informatika. Sebagai seorang penggiat seni, Kaifin aktif di Komunitas Sastra Indonesia (KSI) Tangerang Selatan dan Sanggar Sarang Matahari.

 

PUDJI TURSANA

Lahir di Jakarta 25 Juni 1974. Sejak kecil mencintai pengetahuan, buku dan membaca. Menulis baginya bagaikan rindu dendam dan cinta dalam sekam, membara dan hangat diam-diam. Sebelumnya Pudji menulis untuk keperluan pelayanan kepada anak jalanan, penyintas bencana dan konflik, serta pengungsi. Ia lama tinggal di Yogyakarta untuk studi matematika di Universitas Sanata Dharma; kemudian bekerja pada Jesuit Refugee Service Indonesia di Medan dan Aceh untuk pelayanan kepada penyintas konflik dan bencana tsunami (2002-2008). Pengalaman berjumpa dengan beragam manusia dan berbagai isunya yang kompleks menggerakkan Pudji untuk pelan-pelan belajar menulis dari berbagai komunitas kerja pelayanan kemanusiaan.

Saat ini, ia bekerja sebagai sekretaris di Jakarta, melakukan pelayanan untuk pendidikan dasar dan menengah di Asosiasi Jesuit Indonesia. Cerpen “Catatan Tiara tentang Kirana dan Sucipto” adalah cerpen pertamanya. Pudji tinggal di Jakarta dan dapat dihubungi melalui pudjitursana@gmail.com.

FEBBRY LOVINA

Bernama lengkap Febbry Evalovina Sembiring.  Lahir pada 29 Januari 1990 di Cingkes, Simalungun, Sumatera Utara. Suatu hari kelak ingin menjadi pengajar dan penulis. Beberapa yang pernah jadi rumah belajar dan bertumbuhnya: Aliansi Sumut Bersatu, Cangkang Queer, Forum LGBTIQ Indonesia, Perempuan Mahardhika, dan saat ini, Perempuan Berbagi. Sebelum pindah ke Jakarta dan Tangerang, ia menyelesaikan studi Antropologi di Universitas Sumatera Utara.

Saat ini ia tinggal di Tangerang Selatan – Banten, bekerja di sebuah sinema alternatif di Gading Serpong. Ia dapat dihubungi melalui febbrylovina@gmail.com.

 

Perkumpulan ini lahir dari refleksi beberapa Individu yang telah menjalani kerja kemanusiaan lebih dari 10 tahun:

Agung Prasetyo,

bidang perhatiannya community development dan pengembangan kelembagaan. Saat ini Human Resource Development di Yayasan Bina Swadaya yang berkantor di Jakarta.

Bandana Pattanaik,

bidang perhatiannya migrasi, anti traficking  dan pengembangan jaringan internasional untuk gerakan perempuan. Saat ini, perempuan berkebangsaan India ini, menjadi Internasional Coordinator  (Global Alliance Against Traffick in Women) yang berbasis di Bangkok.

David Suryadi,

bekerja untuk isu lingkungan hidup dan hak-hak perempuan. Ketika tsunami terjadi, laki-laki asal Palembang ini, bersama isterinya memutuskan ke Banda Aceh untuk menjadi relawan kemanusiaan. David  banyak terlibat di pengembangan jaringan NGO di Aceh dan mengembangkan GSM (Gender Scanning Mainstreaming) untuk meningkatkan kapasitas NGO dalam penghormatan hak-hak perempuan. Hingga saat ini, David mencurahkan pikirannya untuk Aceh. Ia memiliki ketertarikan di bidang IT dan seni.

Dewi Nova Wahyuni,

Seorang penyintas, feminis, penulis, editor, fasilitator kelas menulis, dan community organizer. Lima buku solo dan 20 buku bersamanya telah terbit dalam genre naskah akademis, hasil penelitian, dokumentari, profil, cerita pendek, dan puisi. Buku-bukunya antara lain Para Penyintas dari Pamulang hingga Papua (Perempuan Berbagi dkk., 2015); Mata Perempuan ODHA (Indonesia AIDS Coalition – UN Women, 2015); Queering Internet Governance in Indonesia (Institut Pelangi Perempuan & Association for Progressive Communication, 2014); Perempuan Kopi (Air Publisher – Pustaka Masyarakat Setara, 2012); Penghapusan Diskriminasi Agama/Keyakinan – Dokumen Kebijakan (Pustaka Masyarakat Setara, 2011); Burung-burung Bersayap Air (JAKER, 2010). Dewi percaya, seluruh nilai-norma dan sistem hidup di dunia merupakan konsensus dari kontestasi berbagai kekuasaan. Karena itu, kebenaran final tidak pernah ada, dan pertempuhan menuju kedaulatan perempuan menjadi jalan hidupnya.

Siti Nurjanah,

Janah, feminis dengan naluri keibuan yang tinggi, lulusan Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Janah pernah aktif di organisasi Koalisi Perempuan Indonesia dan Himpunan untuk Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (2000-2003). Ia juga pernah bekerja di Police Watch Tangerang (2003-2004) dan Komnas Perempuan (2004-2013). Kini, sembari fokus di Perempuan Berbagi, ibu dari 2 orang putra ini juga bekerja sebagai Financial Consultant di Perusahaan Asuransi Manulife.